Why do we always hurt the one we love... (part 2)
Hi, sorry kemarin gue ketiduran..:-)
Tadi sambil nganterin Kay sekolah, gue mikir lagi. Kalau antara 2 orang pasangan, mungkin lebih besar porsi masalah kepercayaan disamping harapan. (Sama aja sich, antara ortu-anak juga ada masalah kepercayaan, dalam hal ini ortu yang percaya bahwa anaknya adalah seperti apa yang diharapin, dan ternyata belakangan baru tau, bahwa anaknya tidak seperti yang dibayangkan dia dan diharapkan dia. Balik lagi ke 'harapan'. Dalam kasus ini, sama seperti halnya dalam kasus pasangan atau bahkan pertemanan, lebih bermain masalah percaya dan perasaan dikhianati. Gue ngerasain sendiri waktu gue tau bahwa teman yang udah gue anggap seperti kakak gue, selama tahunan baru gue tau kalau ternyata suka 'nusuk' gue dari belakang. Rasa sakit, kecewa, marah, dan perasaan dikhianati semua ngumpul. Walaupun gue gak punya 'harapan' apa-apa ke dia, selain bahwa dia akan melakukan hal yang sama ke gue, seperti halnya yang gue lakuin ke dia, menjaga nama baik dia, dan ternyata yang terjadi sebaliknya (--tetap "harapan tidak terpenuhi"--:-) ).
Mungkin dalam urusan berteman akan lebih terasa nyakitin, karena kita tidak pernah berpikir bahwa teman kita bakalan ngecewain kita, beda dengan halnya orang pacaran, mungkin kita udah siap-siap kalau-kalau mesti bubar atau apa. Gampangnya, orang yang gak pernah kebanjiran bakalan panik 2 kali lipat pas kebanjiran daripada orang yang udah biasa kebanjiran.
Tapi dalam kasus orang pacaran, biasanya sakit hati itu muncul dari pengkhianatan, harapan-harapan yang tidak terpenuhi dan ntah apa lagi.
Dan balik lagi, gue gak bisa namuin jawaban lain selain bahwa semua perasaan kecewa, sakit hati kita, perasaan dikhianati kita dari orang lain itu, semua berasal dari 'harapan', 'keinginan', dan 'kemauan' kita atas diri seseorang. Expectation kita terhadap seseorang, yang tidak bisa terpenuhi. Karena biar bagaimanapun, orang lain itu adalah manusia lain di luar diri kita, yang punya kemauan sendiri, keinginan sendiri, harapan sendiri.
Dan buat gue pribadi, sekalipun gue tau bahwa sayang, cinta, harapan dan kepercayaan itu bisa menimbulkan kecewa, sakit hati dan dikhianti, gue coba untuk tetap memiliki perasaan2 itu. Karena biar bagaimanapun, manusia butuh manusia lain, hidup membutuhkan harapan. Dan semuanya balik ke diri kita masing-masing, seberapa tinggi kita bisa meletakkan harapan kita, seberapa jauh kita berani ngambil resiko dari keputusan kita. Kata orang, hidup adalah serangkaian pengambilan keputusan.


0 Comments:
Kommentar veröffentlichen
<< Home